Akhirnya bisa kunikmati Leopard di Ferrariku

•October 31, 2008 • Leave a Comment

Seudah beberapa lama coba2 & beberapa jenis hackintosh (JAS 10.4.8, iatkos 4a, JAS 10.5.2, kalway 10.5.2) di coba untuk di install di Acer Ferrari 1005 ku (yang slalu menemani perjalanan hidupku..ciee ..) dan gagal !!! *catet GAGAL*, akhirnya aku ketemu dengan iDeneb 10.5.4 yang aku unduh melalui rapidshare (linknya sengaja ndak aku kasi disini, takud dituduh butleg walaupun emang dah butleg). Semua ini berawal dari kenekatan (nekad untuk kehilangan 2 OS yang lain : Vista Business & Ubuntu 8.04 yang sangat mirip dengan leopard) *tapi sebenernya ndak bener2 nekad sih soalnya hardisk 160Gbnya dah di backup pake acronis dulu*

*sekip .. sekip..*

Nah … seudah mempersiapkan 1 gelas
kopi cina cappucino + sebungkus marlboro + 1/2 lusin donat (semuanya buat sajen atau buat pelampiasan emosi kalo2 gagal) dan proses instalasi pun dimulai. Gag lama, cuma sekitar 10 menitan, proses instalasi selesai sudah, restart dan terlihatlah bootloader OSX nya yang menunjukkan adanya OS Windows dan Mac OSX, lah ubuntunya dimana ? tapi biar dulu deh. liat MAC OSX nya, jalan ato kernel panic lagi ternyata jalan dengan sukses. tapi, ada tapinya. kok balik2 terus ke Do You Already Own a Mac?
googling dan ternyata di insanelymac forum ada jawabannya. Nah buat yang ngalamin masalah ini juga mungkin ini bisa jadi solusi.

  1. Di bootloader MAC tekan F8 dan masukkan parameter -s
  2. Setelah muncul # nya keitk ketik ketik /sbin/fsck -fy setelah selesai disambung dengan /sbin/mount -uw /
  3. Keitk ketik passwd root untuk mengganti pasword root
  4. Terakhir ketik touch /var/db/.AppleSetupDone dan kemudian ribut reboot

nah setelah selesai proses booting aku di hadapkan ke login, disitu aku pakai user root dengan password yang udah aku ganti tadi. dan SELESAI !!!

Setelah itu aku udah bisa menikmati OSX di ferrari ku. Nah beberapa saat kemudian sadar bahwa lan masih belum aktip, resolusi masih 1024×768.

waduh. googling lagi. akhirnya nemu di insanelymac forum juga driper buat lan aku yang Broadcom Netlink (BCM5788) dan bisa diunduh disini Driper BCM5788 cara pakainya gimana?

gini nih :

1. Ekstrak file ituh dan salin ke desktop
2. Buka finder dan arahin ke /System/Library/Extensions
3. Cari file IONetworkingFamily.kext dan salin ke desktop
4. Klik kanan di IONetworkingFamily.kext yang ada di dekstop lalu Show Package Contents dan buka Contents dan Plugins.
5. Salin AppleBCM5701Ethernet.kext dan replace yang ada di desktop ke jendela yang dibuka tadi.
6. Salin lagi IONetworkingFamily.kext yang ada di desktop ke /System/Library/Extensions
7. Buka terminal dan jalankan

cd /System/Library/Extensions/
ln -s IONetworkingFamily.kext com.apple.iokit.IONetworkingFamily.kext
rm /System/Library/Extensions.kextcache
rm /System/Library/Extensions.mkext
chown -R root:wheel /System/Library/Extensions
kextcache -k /System/Library/Extensions
8. Buka Disk Utility dan Repair Permission
9. Restart
10. Dan LAN nya pun nyala

Nah untuk Resolusinya, sampai sekarang masih stuck di ATI Radeon 1005 nya. banyak yang bilang blum bisa. ntar aku coba cari tau lagi ah.

yang penting dah bisa menikmati ini nih

Kamus Bahasa Medan

•October 31, 2008 • Leave a Comment

Ini diteruskan dari blognya julham. siapa tau bisa meng-ingatkan temen2 sedaerah yang sedang ada di rantau *seperti aku*
Berikut adalah beberapa di antara bahasa Medan yang
khas tersebut. Banyak di antara istilah-istilah ini
yang tentu sudah sangat akrab bagi
kita. Tapi di Medan, pengertiannya benar-benar
berbeda!

============ ==
ISTILAH-ISTILAH UMUM
============ ==

motor = mobil
kereta = sepeda motor

(agar tidak bingung, biasanya toko-toko tidak pakai
istilah “service motor”, tapi “service sepeda motor”.
Kalau ditulis “service motor”, nanti dikira service
mobil, ehehehe…. Toko-toko biasanya masih
menggunakan bahasa yang umum dipakai di Indonesia,
seperti “motor” untuk “sepeda motor”. Tapi agar
pengertiannya tidak campur aduk dengan “mobil” —
yang di Medan disebut sebagai “motor” — maka mereka
menggunakan istilah yang lengkap; “sepeda motor”).

honda = sepeda motor (walaupun mereknya bukan Honda,
tetap aja disebut honda, hihihi…..)
pajak = pasar
pasar = jalan raya (Di Medan, ada pula daerah-daerah
yang disebut “Pasar 1″, “Pasar 2″, dan seterusnya.
Pengertiannya mungkin lebih kurang sama dengan “Blok
1″, Blok 2″, dan seterusnya)
limpul = lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50
atau Rp 50.000)
limrat = lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp
500 atau Rp 500.000)
limper = lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5.
Sekarang uang pecahan ini sudah tidak ada, jadi
istilah limper pun mungkin sudah hilang).
====>> yang disingkat biasanya hanya pecahan uang
dengan angka berkepala 5. Jadi kalau Rp 400 misalnya,
tidak bisa disebut patrat hihihi…..

pening = pusing
pusing = keliling
deking = beking
paten = hebat
kali = banget, sangat (”hebat kali kau!” Artinya, “lu
hebat banget deh!”)
BK = plat kendaraan bermotor
(Plat motor di Medan memang BK. Jadi kita sering
ditanya, “BK motor kau berapa?”. BK ini sudah jadi
generik di sana, sama seperti Aqua atau Rinso)

============ =====
SAPAAN AKRAB SEHARI-HARI
============ =====

Kak = panggilan untuk orang (perempuan) yang lebih tua
atau dituakan (sama dengan Mbak di Jawa)
Bang = panggilan untuk orang (pria) yang lebih tua
atau dituakan (tidak sama dengan bang becak atau abang
tukang bakso, hehehee…)
Uwak = (panggilan sopan untuk orang yang sudah tua,
semacam bapak/ibu, atau kakek/nenek gitu deh)
Orang medan juga jarang memanggil orang lain dengan
sebutan “kamu” “Kamu” itu dianggap sebagai bahasa yang
sangat halus. Mereka lebih suka pakai kata “kau”
Untuk menyebut dirinya sendiri, orang medan lebih suka
pakai istilah “awak” (dari bahasa Melayu).
Tapi anehnya, istilah “awak” juga sering memiliki arti
“kamu”
“sombong kali awak ini” artinya: “sombong banget lu”

bingung kan?
hehehehe…

============ =
DI ANGKUTAN UMUM
============ =

Untuk menyuruh sopir berhenti, biasanya penumpang
berkata “pinggir” (bukan “kiri”).
“Kiri” justru biasa dipakai oleh kondektur untuk
menyuruh pejalan kaki minggir.
“Kiri kau!”
maksudnya: “minggir lu!”

============ ===
ARAH DAN MATA ANGIN
============ ===

Untuk menyebut arah, orang Medan hampir tak pernah
menggunakan istilah-istilah mata angin (utara, barat,
timur, selatan, dan sebagainya).
Jadi, jangan harap orang Medan berkata, “rumahku di
sebelah utara rumahnya.” mereka akan lebih suka
berkata, “rumahku di sebelah kiri rumahnya.”
Untuk menunjukkan lokasi tertentu di peta pun, mereka
jarang menggunakan istilah-istilah mata angin
tersebut.
Jadi, untuk mengatakan “Palembang terletak di selatan
Medan”, mereka lebih suka mengatakan, “Palembang
terletak di bawah Medan.”
“Medan terletak di atas Palembang”
Hehehehehe.. .

===========
PEMERINTAHAN
===========

Di Medan, Istilah dan konsep RT / RW sangat tidak
populer.
Mereka lebih suka menggunakan istilah “kampung” atau
“Lorong” sebagai bagian dari desa. Karena itu, di sana
kita akan sering mendengar istilah “Kepala Kampung”
atau “Kepala Lorong”, disingkat “Keplor” (Tapi huruf
“e” pada “keplor” dibaca sebagai e taling —- seperti
pada kata-kata pendek, belok, dst).

============
ALAT TRANSPORT
============

RBT = Ojek
RBT adalah singkatan dari Rakyat Banting Tulang
============ ========= ====
minyak lampu = minyak tanah
tepung roti = tepung terigu
selop = sandal (sandal yang seperti apapun disebut
selop)
Balen : Minta.. ( Bagi dong?! bahasanya jadi… Balen
lah…?!)
Palak : Sebel, marah.
Lasak : Banyak gerak, ga bisa diam.
Kongsi : Bagi-bagi, sama rata…
Pala : Ga seberapa ( Contoh :D ia ga pala jahat kali
lah sama aku…)
Rupanya : ternyata… ( Contoh :D isini kau rupanya! aku cari-carikemana-mana)
sudako = angkot
kede/kedai = warung
payah = susah
tenggen = mabuk karena minum minuman keras
pukimbek = kesal, kecewa.
sor = suka, contoh nya, sor kali aku lah ama cewe tu..
merepet = marah
- galon : pom bensin
- minyak makan : minyak goreng
- minyak lampu : minyak tanah
- wayar : kabel
- pajak : pasar, contoh: pajak ikan berarti pasar ikan
- pasar : jalan (aneh kan?!!)
- siap : selesai

A
Aci = boleh? nggak/mana aci (nggak boleh..)
Anak muda = jagoan, actor pemeran utama
Ambal = sajadah
Awak = aku, saya; bisa juga kamu (”sombong kali awak
ini”, artinya: “sombong banget lu”)
Alip = permainan
Alip cendong/benteng = permainan menjaga tiang,
sementara lawan berusaha menyentuh tiang tersebut,
sambil menghindari kejaran para penjaganya.;
Alip berondok = petak umpet
Angek = dari bahasa Minang (panas) à iri, cemburu,
nggak suka
Apek = panggilan buat lelaki Tionghoa yang sudah tua.
Alamak = celetukan; berasal dari Alah, Mak? (aduh,
Mak; waduh/Jawa)

B
Bedangkik = hitung-hitungan, pelit
Bocor alus = agak gila
Bang = 1) panggilan umum buat lelaki yang lebih tua
(permisi, Bang..); 2) azan (coba kau bang dulu, udah
masuk waktu zuhur ni..)
Belacan =terasi
belebas = rol (penggaris)

Bonbon/Bombon = permen
Berselemak = berlepotan (ngomong kau kok berselemak
gitu?)
Bereng = melirik tajam (Alamak, diberengnya kita);
kata serapan dari Batak?
BK = plat kendaraan bermotor (Plat motor di Medan
memang BK. “BK motor kauberapa?”)
Balen : Minta.. ( Bagi dong?! bahasanya jadi… Balen
lah…?!)
Berondok = bersembunyi; ngumpet
Bolong = lobang
Bedogol = bego (bedogol kali kau!)
Berhanyut = pergi ke hulu sungai, lalu menyusuri
aliran sungai dengan berenang atau menggunakan
pelampung dari ban dalam bekas. (kami beranyut dari
gedong johor sampai ke polonia).
Begadang; kerupuk begadang = sejenis kerupuk yang
berwarna coklat, biasanya berbentuk segi empat.
Baling/Baleng = rusak, ada yang tidak beres (ban
keretanya kutengok baling, la? Udah kau perbaiki?)
Bendol = benjol
Bengap = Babak belur

C
Cakap = ngomong, berbicara (banyak kali cakapnya)
Celit = pelit
Cak =singkatan dari coba? (Cak kau maenkan lagu itu =
coba kau maenkan lagu itu)
Cuak = penakut
Cengkunek = lagak, omong kosong (jangan banyak
cengkunek lah..)
Cendek = plesetan dari pendek, dangkal/cetek (Airnya
cendek kok, nggak usah takut tenggelam lah..)
Cop = ucapan sebagai pertanda minta rehat/istirahat
dulu (Aku cop ya, mau ke WC dulu).
Celat = cadel (nggak bisa bilang r)
Cem; Cam = seperti, macam, kayak, biasa dipadukan
dengan kata mana (Cemmana jadinya; bagaimana jadinya);
lihat kek; kek mana
Cincong =omong, alasan; Jangan banyak cincong = jangan
banyak omong
Cekot =julukan buat orang yang lengannya cacat, tidak
bisa diluruskan, seperti ?maaf?tokoh Gareng di
perwayangan) .

D
Dongok/dogol/ bedogol = bodoh, pandir
Dekak-dekak = abacus, alat hitung Cina dari jajaran
kayu (biasanya 10 baris) yang masing-masing jajar
terdiri atas 10 bola sebagai satuan hitung.
Deking = beking
Demon = 1) demonstrasi; demo (pak keplor didemon sama
warganya sendiri..); 2) hebat, gaya (pembalap itu
demon kali, ah..)
Doorsmeer = tempat cuci mobil

E
Enceng = selesai, habis
Ecek-ecek = pura-pura (Ecek-eceknya kita ini pejabat
la ya)
Estra =maksudnya ekstra, preview film di televisi atau
bioskop (aku belom sempat nonton di bioskop, tapi
estranya udah).

F

G
Gacok = jagoannya (mana gacok kau, kita adu)
Guli = kelereng
Getek =genit
Gaprak = dari jawa; hantam kaki dalam sepakbola atau
permainan (kakinya digaprak lawan)
Gedabak = besar (gedabak kali badan abang!)
Gerepes = geripis, gigi yang hancur atau terkikis
karena banyak makan makanan manis (Itu lah, banyak
makan bonbon, akhirnya giginya gerepes semua)
Gecor = besar mulut, ga bisa menyimpan rahasia
Gerot = akronim dari
geger otak; merujuk pada orang yang tingkahnya aneh,
gila.
Goni botot = julukan buat penjual atau pembeli
barang-barang bekas. Mereka berkeliling kampung,
membeli kompor rusak, kertas/koran bekas, dsb.
Gelut = berkelahi
Golek-golek = berbaring-baring santai; tidur ayam

H
Hajab = hancur
Hambus = pergi! (jauh-jauh). Kata ini suka dipakai
oleh koran Waspada.
Hubar-habir = berantakan, acak-acakan, idem
Honda = sepeda motor (walaupun mereknya bukan Honda,
tetap aja disebut honda, hihihi…..)

I
Ikan laga = maksudnya ikan cupang/ikan aduan (Beta
splendens)

J
Jelutung = kayu albasia (yang lunak dan biasa untuk
bahan prakarya)
janggal= ganjil, aneh (janggal kali kau kutengok pakai baju itu)
K
Kuaci = bukan kwaci makanan, tapi permainan berupa
cetakan plastik yang berbentuk beragam wujud, ada
Bruce Lee, kelinci, gajah, mobil, dsb. dipakai utk
mainan, juga sebagai barang taruhan.
Kerepak peak = makian, mengacu pada kondisi
ancur-ancuran.
Kelen; kelien = kalian
Kau = engkau, anda (tidak dibaca ka-u — u dalam
utang; atau kaw, tetapi di antara keduanya: kauw — w
nya lemah)
Kilik = mirip lego; mendrible bola (dikiliknya bola
itu sampai pemain lawan terkecoh)
Kede/kedai = warung
Kede sampah = warung kelontong kecil (bukan warung
jualan sampah, hehehe)
Kedan = teman, sohib (Abang ini kedan kita juga)
Kereta =sepeda motor
Kereta Angin = sepeda
Kali = dari pemendekan kata ’sekali’; berarti banget,
sangat (”hebat kali kau!” Artinya, “lu hebat banget
deh!”)
Kak = panggilan untuk orang (perempuan) yang lebih tua
atau dituakan (sama dengan Mbak di Jawa)Kiri = minggir
(”Kiri kau!”?, maksudnya: “minggir lu!”)
Keplor = kepala lorong
Kepling = kepala lingkungan
Kongsi : Bagi-bagi, sama rata…
Koyak = robek == celanaku koyak; kukoyak-koyak kertas
hasil ujianku
Kek= kayak, biasa dipadukan dengan kata mana (kek
mananya kau: bagaimana sih kamu ini);lihat juga
cem/cam
Kelir = pinsil warna (kt. benda), mewarnai (kt. kerja)

Kocik = dari bahasa Melayu (?), berarti kecil
Kornel = tendangan pojok/penjuru dalam sepak bola.
Plesetan dari “corner” (corner kick)
Kopek = kupas, kelupas (jangan kau kopek lukanya,
nanti tambah parah).
Kombur = cakap, banyak omong.
Kondor = kendor, longgar (celanaku kondor, harus
dikecilkan)
Kamput =singkatan dari kambing putih, merek minuman
keras murahan (si Ucok tenggen gara-gara minum
kamput).

L
Lembe = lemah, lemes
Lewong = 1) putus ;(layangan lewong); 2) hilang, raib
(Lewong uangku disikat dia?)
Litak = habis, kondisi capek sekali ? dari Padang?
(Litak kali badanku)
Lorong = gang (kau tinggal di lorong apa)
Ligat = lincah, lihai (ligat kali dia kalo kerja)
Lantak = habis; habisi (dilantaknya semua hidangan
itu. Rumah itu dilantak sijago merak
Lengkong = cincau hitam, buat campuran es sirop
Lego = drible bola (Ronaldo jago kali ah nge-lego
bola)
Locak = kalah terus menerus (aih mak, locak kawan tu
pas main ceki); Batu locak => sejenis permainan dengan
batu pipih dengan kelereng atau benda bulat kecil
lainnya. Si kalah berusaha melempar kelereng atau
bolanya ke dalam lubang sasaran, sementara pemain
lainnya berusaha menjauhkan bola itu, atau setidaknya
melempar melampaui bola, agar tidak kalah.
Loak = payah (Loak kali kau pun, gitu aja nggak bisa)
Lepoh = bodoh (Lepoh kali, gitu aja nggak bisa)
Lobok = kedodoran, kebesaran (celananya lobok, Mak?
bisa dikecilin?)
Lereng = sepeda besar = sepeda janda (e pada “le” dan
“reng” dibaca seperti menyebut pada kata lele)
Lengger = plesetan dari tabrak (mati dia dilengger
truk)
Langgar =musola (Pak Haji biasa sembayang di langgar)
Limpul = lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50
atau Rp 50.000)
Limrat = lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp
500 atau Rp 500.000 )
Limper = lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5.
Sekarang uang pecahan ini sudah tidak ada, jadi
istilah limper pun mungkin sudah hilang).
Lasak : Banyak gerak, ga bisa diam.
Lencong; tai lencong = tahi ayam yang hijau, bentuknya
seperti pucuk es krim menjulang (hueeek..)
Lokal = kelas (si Adi lagi di lokal, belum keluar)
Longoh = bodoh, tolol (dasar longoh, udah tau bahaya
bukannya menghindar)
Lepuk = pukul (dilepuk orang sekampung dia)

M
Mentel = genit, centil
Mengkek = manja
Mereng = miring, sering juga disebut mencong
Merling = bercahaya, mengkilap (kalungnya merling
kali..)
Motor/montor = mobil
Minyak lampu= minyak tanah
Monza = akronim dari Monginsidi Plaza, tempat jualan
pakaian bekas; mengacu pada penyebutan semua jenis
barang second/bekas (celana monza ya?)
Merepet = mengomel, marah
Manipol = akronim dari
mandailing polit = mandailing pelit /kikir; istilah
stereotip suku
mandailing, suku di Kab. Tapanuli Selatan. Padahal
belum tentu benar.
Melalak = hobinya keluar rumah, ga betah di rumah,
sebuah sifat perempuan yang negatif
Mentiko = belagu, sifat orang yang suka merasa paling
hebat dan suka cari masalah
Merajuk = ngambeg
Main-main; keluar main-main = Istilah untuk jam
istirahat sekolah (”Keluar main-mainnya jam berapa
ya?”)
Masuk angin = melempem (khusus buat makanan, kue, atau
kerupuk) — kerupuknya nggak enak, udah masuk angin…

N
Nona = aktris utama (siapa nonanya, Hema Malini?)
Nembak = bukan, menembak, atau nembak cewek, tapi
istilah untuk makan tapi nggak bayar (si Ucok nembak
di warung Kak Ipah).
Ngeten = (dari bahasa Batak?), artinya mengintip
Nokoh = dari tokoh, artinya menipu; berdusta (dia itu
nokoh, jangan percaya)

O
Ompa’an = sifat orang yang suka dibaik-baikin
Oyong = terhuyung2x, limbung
ODB = tontonan gratis ala misbar (gerimis bubar);
pemutaran film keliling. Biasanya diadakan tiga bulan
sekali di asrama-asrama tentara atau
polisi. Aslinya dari bahasa Belanda: O… Deli
Bioscoop.

P
Palar = dipaksa-paksain
Pala : Ga seberapa (Contoh :D ia ga pala jahat kali lah
sama aku…); dicukup-cukupkan
Pesong = gila, tidak waras
Pukimbek, pukilik = sialan, makian
Pajak = pasar
Perli = menggoda, flirting seseorang utk menjadi pacar
(Cantik kali anak gadis wak Alang tu. Kalau kuperli
mau nggak dia ya?)
Pasar = jalan raya
Pening = pusing
Paten = hebat
Pinggir = kiri (perintah untuk menyuruh sopir
berhenti, biasanya penumpang berkata “pinggir” (bukan
“kiri”).
Pusing = keliling
Palak : Sebel, marah.
Perei = libur (slang dari free)
Ponten = nilai
PHR = istilah untuk bioskop murahan. Singkatan dari
Panggung Hiburan Rakyat (aku dulu suka nonton di PHR
Morsip di Jl. Soetomo Ujung, PHR Serdang, dan PHR
Bahagia di Jl. Pasar Merah)
Panglong = toko tempat penjualan material bangunan
Porlep = sebutan untuk kuli angkut barang di Polonia
atau Pelabuhan Belawan
Paret = maksudnya parit, got
Pakansi= hari libur, liburan
Pakpok = pulang pokok, impas (break event point)
Pekak = tuli (percuma kau teriak, dia orangnya memang
pekak)
Pencorot =nomor urut paling akhir, pecundang (di
kelas, dia pencorot)
Pauk/Paok =Payah, nggak keren, bodoh (Paok kali pun
kau, gitu aja nggak bisa)

Q

R
Rodam = siksa, dimapram (”sebelum dilantik, kami
dirodam dulu semalaman)
Raun-raun = jalan-jalan berkeliling (dari bahasa
inggris: round-round= keliling- keliling)
RBT = Ojek (RBT adalah singkatan dari Rakyat Banting
Tulang Rupanya = ternyata… ( Contoh : di sini kau rupanya!
aku cari-cari kemana-mana)
Recok = ribut, berisik
Rol = penggarisan, mistar (kt. benda)

S
Sarap = tidak waras, gila (yang sarap-nya kauw? Kamu
gila ya?)
Sedeng =gila, sinting
Senget = tidak waras, gila
Silap = salah, keliru ? kalau awak tak silap —
Simpang = perempatan, atau pertigaan jalan
Selow =slang dari slow (lambat)
Semak = kumuh, berantakan, kacau (semak kali kamar ni?
semak muka kau kulihat)
Sepeda Janda = sepeda berpalang ala jaman dulu, suka
dipakai ibu-ibu atau buruh kebun?
Setil = gaya, keren (setil kali dia malam ini, mau
pergi kenduri ya?)
Sengak = ketus (jangan la sengak gitu cakapnya?.)
Somboy = sejenis makanan cina yang populer, dari
sejenis buah yang dikeringkan, berwarana merah dan
diberi lapisan tepung yang rasanya asin, manis, asam.
Setalen = satuan nilai uang, kira-kira ? 25 rupiah
(dulu masih sering ditemukan jajanan seharga setalen,
tapi sekarang tidak lagi).
Sikit = plesetan dari sedikit
Sudako = angkot
Sor = suka, contoh nya, sor kali aku lah ama cewe tu..
Selop = sandal
Setip = penghapusan (kt. benda), menghapus (kt. kerja)
sogrok = jolok (sudah disogrok mangga itu tapi tak jatuh juga)
Siap = selesai; done (tugasku udah siap, jadi aku bisa
santai sekarang)
Seken = salaman (dari bhs Inggris: shake hand) ? kalo
cocok, seken dulu kita?.

T
Tungkik = teler, cairan di kuping (ih, jijik)
Tumbuk = pukul , kutumbuk kau nanti?
Telekung = mukena
Titi = jembatan (kalo mau ke rumahnya, kau harus lewat
titi besar itu, baru sampe)
Tonggek = bokong yang montok
Tepos = lawan tonggek
Tokok; menokok = 1) memalu, memaku (tolong kau tokok
dulu paku ini di papan itu); 2) pukul, jitak
(ditokoknya kepalaku, Kak, sakit lah)
Tekek= versi jitak yang lain lagi.
Tepung roti = tepung terigu
Tarok = meletakkan (coba kauw tarok tasmu di atas
meja)
Teratak = atap tambahan, biasanya dibangun jika ada
pesta atau musibah kemalangan di rumah
Terei = dari kata try (inggris), artinya coba (Cak
di-terei dulu barang ni?)
Terge = perhatian, peduli, acuh (udah setil habis
dandananku, eh nggak di-terge sama dia)
Tekong; Tekongan = menikung; tikungan, simpang jalan
(agak nekong kau sikit, biar nggak dilengger mobil;
kutunggu kau di tekongan)
Takir = nasi bungkus/kotak yang biasa dibagikan saat
kenduri atau tahlilan; lihat juga kata “berkat”
Tukam = melayat, takziah
Toyor = pukul; memukul, tapi dengan cara lain lagi
(kayak upper cut, gitu) — maling itu kena toyor
massa.

U
Uwak = (panggilan sopan untuk orang yang sudah tua,
semacam bapak/ibu, atau kakek/nenek gitu deh)
Ubi = singkong; ubi rambat = ubi jalar

V

W
Woy = panggilan, seruan buat teman atau sekelompok
orang (Woy, di mana kelien?)

Identitas KBH RX

•October 31, 2008 • 2 Comments

Masih ingat dengan KBH RX (ksatria BH RX Ksatria Baja Hitam RX)? yah !!! yang inih

Yang di claim oleh negara jepang sebagai Kotaro Minami ? tapi apakah itu benar2 Kotaro Minami? sudah ada kah yang melihat bentuk fisiknya sebelum KBH RX bilang BERUBAH !!! nah aku berhasil menemukan salah satu poto KBH RX tepat waktu proses perubahannya dari manusia menjadi superhero yang kita kenal dengan KBH RX. berikut potonya.

ternyata KBH RX atau Kamen Raider RX itu berasal dari sini2 juga toh. :D

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.